Riwayat Singkat Pertengahan Juli 2021 aku gabung di Wa Grup Belajar Menulis baca BM gelombang 20 asuhan Om Jay untuk ikut kelas Bimbingan Menulis via Wa sepekan 3 kali. Senin, Rabu dan Jumat malam, mulai pukul 19.00 sampai pukul 21.00 WIB. Tepat waktu, moderator langsung buka acara, dilanjut sesi materi 1 jam, dan sesi tanya jawab 1 jam. Banyak suka duka dalam mengikuti materi sebanyak 30 pertemuan, namun dengan niat ingin bisa menulis dan menerbitkan buku, alhamdulillah dapat diatasi. Pernah 3 x sedang kurang vit, kepala cekot-cekot dan lain waktu kena diare. Namun dengan tekad dan keyakinan bisa kuat hingga selesaikan resume, alhamdulillah 30 pertemuan aku ikuti dan membuat resumenya. Aku bersyukur dipertemukan dengan banyak orang hebat di BM.20 asuhan Om Jay, narasumber dan moderatornya mantap dan telaten menjawab kesulitanku dan teman lainnya yang terkendala selama mengikuti 30 materi. Ada beberapa postingan datang setelah materi ke-10 untuk ikut nulis buku antologi,...
Senin malam tanggal 04 September 2021 materi pertama Belajar Menulis Gelombang 21-22 dimulai degan materi pertama Menjadikan Menulis Sebagai Passion. Materi disampaikan Ibu Dra. Sri Sugiastuti yang akrab disapa Bu Kanjeng dimoderatori Bu Maesaroh Bloger Millenial asal Lebak Banten. Acara dimulai pukul 19.00 dan selesai pukul 19.15 Wib, acara diikuti 500 peserta se-Indonesia dari 2 grup Wa BM.21 dan BM.22 yang masing-masing anggotanya full 257. Bu Kanjeng membawakan materi dengan menyapa kabar para guru hebat dan para penulis hebat, senang malam ini Saya membersamai Bapak dan Ibu untuk sharing pengalaman tentang menulis. Materi disampaikan secara daring via Wa grup, dengan sistem monolog karena stelan dikunci dan hanya admin yang bisa kirim pesan, Bu Maesaroh memandu hingga acara selesai dengan pertanyaan ke-27 dari peserta yang dijawab dengan begitu memuaskan oleh Bu Kanjeng. Semua pertanyaan peserta dijawab dengan tepat dan diberi apresiasi positif oleh beliau, dengan harap...
HUJAN Hujan, Engkau turun dari langit Menyirami kami penduduk bumi Berikan kesejukan dan kesuburan Hujan, Semasa kecil aku bermain bersamamu Di bawah guyuran hujan kami berlarian Kadatanganmu menghadirkan kesenangan Hujan, Engkau sahabat petani Tanpamu mereka tak akan mampu Menanam padi dan bercocok tanam-tanaman Hujan, Engakau sirami bumi yang gersang Aliri sawah lading yang kering kerontang Ubah semua itu menjadi subur dan hijau Hujan, Kehadiranmu membawa keberkahan Kepergianmu membuat kami kesusahan Tetaplah hadir dengan sejuta harapan keberkahan Hujan, Datanglah dengan takaran kesejukan Jangan datang dengan kemurkaan Yang menenggelamkan daratan Hujan, Jangan kau datang diiringi badai topan Menghantam dan menghanyutkan pepohonan Merusak perumahan dan pemukiman Hujan, Jika kau datang dengan kemurkaan Kami kewalahan dan berkesedihan Semu...
Masjidnya bersih dan ac. nyaman utk sholat bikin betah
BalasHapus